LANGSA (The Portal of Atjeh)- Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II (DPD-II) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Langsa secara resmi mendaftarkan nama-nama calon legislatif (caleg) untuk DPRK Langsa periode 2014-2019 kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Langsa, Minggu (21/4).
Sebelum menuju kantor KIP di Jl. Perumnas, seratusan orang yang terdiri dari para pengurus, caleg dan simpatisan partai berlambang pohon beringin itu melalukan konvoi keliling Kota Langsa dengan mengunakan becak motor. Disepanjang jalan menuju kantor KIP, ratusan warga yang menyaksikan konvoi meriakan “Hidup Golkar”.
Setibanya di sekretariat KIP Langsa tepat pukul 11.10 Wib, rombongan partai Golkar diterima oleh komisioner KIP setempat beserta seluruh jajarannya.
 |
Ketua DPD II Partai Golkar Langsa
Ir H T Hidayat saat menyerahkan
berkas pencalonan caleg |
“Partai Golkar mendaftarkan caleg pada hari ini, insya Allah ini merupakan kader terbaik partai yang akan bertarung pada Pemilu 2014 nanti,” ujar ketua DPD II Partai Golkar Kota Langsa, Ir. H. T. Hidayat didampinggi Sekretarisnya, Drh. Rubian Harja kepada awak media usai menyerahkan daftar caleg.
Dikatakannya, partainya memasang target sebagai pemenang Pemilu 2014 dengan harapan meraih 6 kursi di DPRK Langsa. Kesemua itu tentunya atas kerja keras, dukungan dan kehendak Allah SWT.
“Kita harapkan semua kader bekerja optimal untuk menuju target yang telah ditetapkan. Partai Golkar secara nasional telah menetukan arah dan kebijakan partai yang pro rakyat. Karenanya mari secara bersama kita bekerja untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” pungkas Ir.H.T.Hidayat. (PA-13)
 |
Asisisten I Pemko Langsa, Drs. Zainal Arifin saat membuka acara Konsultasi Publik yang digelar KPU setempat, Kamis (28/2) |
LANGSA (The Portal of Atjeh) | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Langsa mengelar kegiatan konsultasi public terkait penetapan daerah pemilihan (Dapil) pada Pemilu 2014 mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Harmoni Langsa (28/2/2013) ini dihadiri Muspida Plus, Pimpinan Partai Politik, tokoh masyarakat, LSM, OKP dan Ormas setempat.
Walikota Langsa yang diwakili Asisten I, Drs. Zainal Arifin pada pembukaan kegiatan mengatakan, Pemerintah Kota Langsa telah siap menghadapi pesta demomrasi lima tahunan Pemilu 2014 nanti. Karenanya, dia berharap semua pihak dapat mendukung kesuksesan perhelatan akbar tersebut, hingga terpilihnya para wakil rakyat yang representatif untuk masa lima tahun ke depan.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Langsa, T. Iskandar Faisal mengatakan, KPU selaku lembaga penyelenggara pihaknya telah mendapatkan schedule pelaksanaan Pemilu 2014. “Hari ini kita berkumpul dalam rangka melakukan diskusi tentang dapil. Apakah tetap seperti Pemilu 2009 yakni, Dapil I Langsa Kota, Dapil II Langsa Timur-Langsa Lama dan Dapil III Langsa Barat-Langsa Baro,” katanya.
Selain itu, kata dia, sesuai UU Nomor 8 Tahun 2008 pasal 352 disebutkan, bahwa untuk Pemilu 2014, KPU melakukan penataan ulang daerah pemilihan bagi provinsi dan kabupaten/kota yang dibentuk setelah Pemilu tahun 2009. Amanat dimaksud diperkuat dengan Peraturan KPU Pusat Nomor 5 tahun 2013 pada pasal 8, bahwa KPU Kabupaten/Kota mengusulkan dapil dan alokasi kursi setiap dapil anggota DPRD Kab/Kota.
“Dalam peraturan KPU tersebut juga diamanatkan untuk melakukan konsultasi publik seperti yang terlaksanan hari ini. Dimana nantinya hasil dari konsultasi ini akan disampaikan kepada KPU Pusat melalui KPU Provinsi,” jelas Iskandar Faisal kepada peserta yang hadir.
Sesuai Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK 2) sebagaimana yang telah disampaikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Langsa kepada KPU, dimana jumlah penduduk saat ini adalah 190.330 jiwa. Dengan rincian, Kecamatan Langsa Timur (15.455), Langsa Barat (40.595), Langsa Kota (47.510), Langsa Lama (33.742) dan Langsa Baro (53.028).
Sementara, jumlah kursi parlemen Kota Langsa masih tetap sama seperti Pemilu 2009 yaitu berjumlah 25 kursi dengan rincian Dapil 1 Langsa Kota (6 kursi), Dapil 2 Langsa Timur-Langsa Lama (7 kursi) dan Dapil 3 Langsa Barat-Langsa Baro (12 kursi).
Hasil konsultasi publik menyepakati bahwa daerah pemilihan Pemilu 2014 masih tetap sama dengan Pemilu sebelumnya yakni terdiri dari 3 daerah pemilihan seperti tersebut di atas. “Hasil konsultasi publik hari ini menerima masukan dari berbagai kalangan akhirnya disimpulkan tetap sama dengan Pemilu 2009,” ungkap Kasubbag Teknis dan Humas KPU Kota Langsa, Dedi Alfisyahrin, SE kepada wartawan usai acara dimaksud. (PA-13)
Siapa yang tak mengenal pemain Persija Jakarta yang satu ini. Namanya begitu akrab sebagai pemain senior di kubu ‘macan kemayoran’. Terlebih pendukung setia Persija yang berjuluk The Jack Mania senantiasa meneriakkan nama mantan pemain timnas ini saat berlaga pada event Liga Super Indonesia.
Dialah Ismed Sofyan atau yang akrab disapa ‘Dek Yan’ oleh teman dan warga kampungnya ini adalah putra ke dua dari buah cinta H. Sulaiman (Alm) dan Hj. Masnah. Lahir di Tualang Cut, 28 Agustus 1979 silam. Masa kecilnya ia habiskan bergelut dengan sikulit bundar. Tak perduli terik mentari yang menyangat. Ismed kecil terus berlari mengitari lapangan bola di kampungnya Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.
Kegemarannya terhadap dunia sepak bola mendapat dukungan dari sang Ayah. Begitu juga abang kandungnya Marwan merupakan pemain Marabunta (sebuah club lokal di Aceh Timur yang berjaya era 80-90an)”. Dari lapangan Marabunta inilah, Ismed mengawali karirnya hingga berlabuh di club sepak bola raksasa ibu kota Persija Jakarta.
Usia sekolah ia begitu menonjol dalam mengolah si kulit bundar, tak ayal sejumlah turnamen level bawah ia jelajahi. Diusia remaja bakat Ismed semakin tampak. Kesempatan berlatih untuk lebih baik dalam menuju professional dilakukan Ismed Sofyan dengan mengikti Diklat di Ragunan Jakarta tahun 1996.
Usai diklat tahun 1996, ia kembali ke kampung halaman guna memulai karir dengan memperkuat tim PSBL Langsa (kini bermain di Divisi I Liga Indonesia). Ditahun yang sama, Ismed dipanggil PSSI untuk bergabung dengan Timnas U-18 mengikuti ajang Asian Schools Championship. Setelah melihat kemampuan dan permaianan Ismed tahun berikutnya ia kembali memperkuat Timnas U-19.
PSBL Langsa mengunakan jasa yang memiliki tinggi 1.68 meter (5 ft 6 in) ini sejak 1996-1999. Selanjutnya Ismed bergabung dengan Laskar Rencong Persiraja Banda Aceh yang bermarkas di Kuta Raja (sebutan Banda Aceh dahulu-red). Ditahun ini, pemain belakang yang memiliki naluri mencetak gol tinggi ini kembali dipanggil PSSI guna bergabung dalam Timnas U-19 (199-2001).
Persiraja Banda Aceh setelah mengunakan jasa Ismed musim 1999-2000 kemudian melepas pemain ini untuk memperkuat Persijatim musim 2001-2002. Dimana sebelumnya pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2012 antara Indonesia vs Mali yang dilaksanakan di Rasmee Dhandu Stadium. Kala itu Indonesia unggul 2-0 dan Ismed mencatatkan namannya pertama sekali sebagai pencetak goal kelas dunia (debut internasional bersama Timnas-red).
Kini Ismed Sofyan menjadi legenda bagi Persija Jakarta. Ia disebut-sebut sebagai pemain senior yang bisa mendukung pemain muda lainnya dalam menjalani pertarungan sengit Indonesian Super Leangue (Liga Super Indonesia) musim 2012-2013.
BANDA ACEH (The Portal of Atjeh) | Pemerintah Aceh diminta menggunakan dana Otonomi Khusus atau Otsus tahun 2013 untuk peningkatan ekonomi yang pro rakyat, seperti pembangunan di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.
Hal itu dikatakan Aryos Nivada, aktivis Achehnese Civil Society Task Force (ACSTF) kepada media ini, Selasa, 5 Februari 2013, di Banda Aceh. Menurut Aryos, pemerintah Aceh harus merancang satu desain program yang berorientasi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Dalam penggunaan dana Otsus pemerintah harus mengutamakan kepentingan masyarakat, tentu dengan program-program yang pro rakyat, seperti pertanian dan perkebunan,”ujar dosen Ilmu Politik Universitas Almuslim Bireuen ini.
Dikatakan Aryos, bila dana Otsus mampu dioptimalkan untuk sektor tersebut dengan cara membangun usaha berbasis UKM maka tingkat pengangguran di Aceh akan berkurang dan pendapatan masyarakat akan lebih membaik.
Namun ada hal penting yang tak boleh dikesampingkan oleh pemerintah dalam hal mengelola dana Otsus. “Pemerintah harus membuka ruang bagi masyarakat sipil untuk mengawal, tentunya prinsip transparansi harus diretapkan. Sehingga elemen masyarakat sipil bisa memberikan masukan dan kritikan bilamana terjadi penyimpangan,” tambahnya.
Mengaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menurut Aryos, penggunaan dana Otsus selama ini masih cacat, dalam artian dana Otsus belum tepat sasaran dan tidak transparan. Bahkan selama ini tidak ada pembangunan fundamental terhadap ekonomi masyarakat, sehingga dana yang begitu besar habis menguap begitu saja tanpa ada hasil apapun.
“Jika dana Otsus tidak dioptimalkan hanya sebatas bagi-bagi kesejahteraan untuk kelompok sendiri, maka Aceh tidak akan mandiri dari segi bisnis pemerintah dan rakyat Aceh akan terus miskin.” Ujarnya.
Lebih jauh kata Aryos, bila penggunaan Otsus tidak berorientasi untuk mendapatkan PAD, maka Aceh dikhawatirkan bisa bangkrut karena dana Otsus hanya diberikan selama 20 tahun, dari tahun 2008 hingga 2028 nantinya. Pada tahun 2013 Pemerintah Aceh mendapatkan dana Otsus mencapai Rp6,22 triliun. (PA-10)
LANGSA (The Portal of Atjeh) | Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Aceh Timur, M Yusuf Adam yang baru saja hengkang dari kursi empuknya pada Senin (4/2/2013) setelah dinon-jobkan karena telah memasuki pension, ternyata disinyalir melakukan korupsi terhadap pembayaran gaji honorer, insentif dan uang minum pegawai di lingkungan Dinas PU selama tahun 2011 dan 2012.
Berdasarkan data yang diperoleh The Portal of Atjeh dari sumber di Dinas PU Aceh Timur, ternyata sampai saat ini uang insentif pegawai bulan Oktober sampai desember 2011 sebesar Rp 79.500.000,- dengan rincian Rp 125rb x 212 orang x bulan. Setelah itu, gaji pegawai honorer bulan desember 2011 belum juga dibayarkan sejumlah Rp 37.500.000,- ( Rp 500rb x 75 orang). Semenatara untuk tahun 2012, dinas PU belum melakukan pembayaran uang minum pegawai sejak bulan mei sampai desember sebesar Rp 13.068.000,- ( Rp 44rb x 297 orang x 7 bulan).
“Kami sudah mempertanyakan hal ini kepada Pak Kadis dan Andre serta Jaka yang merupakan bendahara. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan akan hak kami tersebut,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan ini kepada awak media, Senin (4/2/2013).
“Harapan kami agar kadis yang baru dapat menjembatani permasalahan ini sehingga hak pegawai dapat tersalurkan. Bila belum juga ada titik terang, kita akan meja hijaukan pihak yang terlibat dalam hal ini,” tegas sumber.
M Yusuf Adam yang coba dikonfirmasi awak media tidak berada dikantornya. Sejumlah nomor ponsel miliknya tidak aktif ketika dihubungi via selular. Pesan singkat (SMS-red) yang dilayangkan juga tak mendapat balasan sampai berita ini diturunkan. (PA-13)
LANGSA (The Portal of Atjeh) | Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Aceh (PNA) Kota Langsa telah membuka penjaringan bakal calon legislatif (caleg) untuk mengikuti pemilu legislatif 2014. Masa penjaringan terhitung sejak Januari s/d Februari 2013. Sejauh ini para bakal caleg yang telah mendaftar didominasi eks kombatan dan tokoh masyarakat di Langsa. Demikian dikatakan Ketua DPW PNA Kota Langsa, Bakhtiar M Saleh didampinggi Sekretarisnya Muliadi Yusuf, Kamis (31/1/2013).
Dalam penuturannya kepada awak media, Bakhtiar meyebutkan sejumlah nama caleg dari eks kombatan seperti Tgk Bahagia, SE (Abang) yang maju dari daerah pemilihan (dapil) Langsa Kota. Selanjutnya Abdullah M Ubit (Abudabi) dan Mursid alias Agen juga maju dari dapil Langsa Kota. Sementara Burhanuddin alias Mualem Paneuk dan Nazaruddin (PS Din) untuk dapil Langsa Timur-Langsa Lama. Selain itu ada pula nama Samsul Bahri alias Dan Ops yang maju pada dapil Langsa Barat-Langsa Baro.
“Itu segelintir nama eks kombatan yang kami sebutkan. Masih ada nama lain yang tidak tersebut. Selain rekan-rekan eks kombatan, ada pula para geuchik yang maju melalui PNA untuk merebut kursi parlemen di Kota Langsa,” ujar Bakhtiar.
Dikatakannya, seorang caleg yang maju melalui PNA harus memiliki komitmen untuk mengimplementasikan MoU Helsinky. Implementasi konstitusi PNA, mengikuti pelatihan kader dan tentunya ada kontrak politik.
“Aktivis mahasiswa dan pergerakan sosial juga sudah banyak yang bergabung dengan PNA Langsa. Harapan kita ini menjadi konsolidasi kekuatan sipil dalam mendulang raihan suara pada Pemilu mendatang. target kita 5 kursi untuk DPRK Langsa,” pungkas Bakhtiar M Saleh. (PA-12)
LANGSA (The Portal of Atjeh) | Sejumlah tokoh masyarakat, mantan kombatan dan aktivis sosial telah bergabung dan masuk dalam bursa penjaringan calon legislatif (Caleg) dari Partai Nasional Aceh (PNA) pada perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat pada 9 April 2014 mendatang. Demikian dikatakan Ketua DPW PNA Kota Langsa, Bakhtiar M Saleh kepada The Portal of Atjeh, Rabu (30/1/2013) di sekretariatnya Jl. TM Zein, Langsa Kota.
Menurut Bakhtiar, sejak PNA ditetapkan sebagai salah satu partai yang berbasis lokal di Aceh dalam Pemilu Legislatif 2014, dirinya beserta sejumlah jajaran pengurus DPW Kota Langsa bekerja keras untuk merancang strategi guna meraih kemenangan pada pesta demokrasi lima tahunan itu. “Kita sedang merancang formula khusus untuk di Langsa agar mendapat kemenangan yang artinya adalah kepercayaan rakyat kepada PNA,” ujarnya.
PNA, kata Bakhtiar, adalah partai politik yang bersifat terbuka kepada masyarakat Aceh. Tidak ada perbedaan ‘kasta’. Semua berlaku demokrasi sesuai dengan mekanisme dan aturan main yang ada. Menghadapi 2014 bagi PNA merupakan suatu pembuktian pengabdian partai beserta instrumennya kepada rakyat Aceh. “Kali ini kita diuji untuk membukikan komitmen membangun Aceh masa depan. Kerja keras mesin partai dan elemen didalamnya merupakan keharusan mutlak guna menuai hasil maksimal.
Bakhtiar yang didampinggi sekretarisnya Muliadi Yusuf juga menjelaskan tentang penerimaan pendaftaran bakal calon legisletif dilakukan secara procedural yakni syarat administrasi, mampu membaca al-qur’an, uji kapatuhan dan kelayakan, memiliki basis dukungan di daerahnya dan akan disurvey serta memiliki elektabilitas yang tinggi. (PA-12)